Selasa, 21 Maret 2017

Perekonomian Terbuka, Febriana Fitri Salsabella 189, Rziky Setiawati Anggreini 241, Alisyha Permata Sari 273, Yulindha Eka Kusuwati 164, Fania Febriana 248, Prabu Satriawi

PEREKONOMIAN TERBUKA

Arus Modal dan Barang Internasional
Perbedaan penting antara perekonomian terbuka dan perekonomian tertutup adalah bahwa, dalam perekonomian terbuka, pengeluaran suatu Negara selama satu tahun tertentu tidak perlu sama dengan yang mereka hasilkan dari memproduksi barang dan jasa. Suatu Negara bisa melakukan pengeluaran lebih banyak ketimbang produksinya dengan meminjam dari luar negeri, atau bisa melakukan pengeluaran lebih kecil dari produksinya dan memberi pinjaman pada Negara lain.
Arus Modal Internasional dan Neraca Perdagangan
Dalam perekonomian terbuka, seperti dalam perekonomian tertutup, pasar uang dan pasar barang sangatlah terkait. Untuk melihat hubungan ini, kita harus menulis kembali identitas perhitungan pendapatan nasional dalam bentuk tabungan dan investasi. Dimulai dengan identitas :
Y = C + I + G + NX
Dikurangi C dan  G dari kedua sisi untuk mendapatkan :
Y – C – G = I + NX
Ingat, bahwa Y – C – G  adalah tabungan nasional S, jumlah tabungan perorangan, Y – T – C, dan tabungan masyarakat, T – G. Karena itu,
S = I + NX
Dengan mengurangi I dari kedua sisi persamaan tersebut, kita bisa menulis identitas perhitungan perdapatan nasional sebagai :
S – I = NX
Mobilitas Modal dan Tingkat Bunga Dunia
Sebelumnya kita telah mengkaji model arus barang dan modal internasional. Karena neraca perdagangan sama dengan arus modal keluar neto, sama dengan tabungan dikurangi investasi, maka model kita akan memusatkan perhatian pada tabungan dan investasi. Untuk mengembangkan model ini, kita gunakan beberapa elemen yang sudah kita kenal, tetapi berbeda. Kita tidak mengasumsikan bahwa tingkat bunga riil menyeimbangkan tabungan ian investasi. Sebaliknya, kita biarkan perekonomian mengalami defisit perdagangan dan meminjam dari Negara lain, atau mengalami surplus perdagangan dan memberi pinjaman kepada Negara lain.
Bagaimana Kebijakan Mempengaruhi Neraca Perdagangan
Anggaplah bahwa perekonomian berada dalam posisi perdagangan berimang, (balanced trade). Yaitu, pada tingkat bunga dunia, investasi  I sama dengan tabungan S, dan ekspor neto NX sama dengan nol.
Kebijakan Fiskal Dalam Negeri. Pertama – tama perhatikanlah apa yang terjadi pada perekonomian terbuka kecil jika pemerintah menambah pengeluaran domestic dengan meningkatkan belanja pemerintah. Kenaikan dalam G mengurangi tabungan nasional, karena S = Y – C – G. Dengan tingkat bunga riil dunia yang tidak berubah, investasi akan tetap sama. Karena itu, tabungan menjadi lebih kecil daripada investasi, dan sebagian investasi harus dibiayai dengan meminjam dari luar negeri. Karena NX = S – I, maka penurunan S akan menurunkan NX. Perekonomian sekarang mengalami defivit perdagangan.
Logika yang sama juga berlaku untuk penurunan pajak. Pemotongan pajak akan mengurangi T, meningkatkan pendapatan disposable Y – T, mendorong konsumsi, dan mengurangi tabungan nasional. (Meskipun sebagian dari pemotongan pajak berubah menjadi tabungan swasta, namun jumlah tabungan public menurun sebesar jumlah pengurangan tabungan nasioal akan mengurangi NX).
Kebijakan Fiskal Luar Negeri. Perhatikanlah apa yang terjadi pada perekonomian terbuka kecil ketika Negara lain meningkatkan belanja pemerintahannya. Jika Negara lain ini adalah bagian kecil dari perekonomian dunia, maka perubahan fiskalnya tidak terlalu berpengaruh pada Negara – Negara lainnya. Tetapi jika Negara lain ini merupakan bagian besar dari perekonomian dunia, kenaikan belanja pemerintahannya akan mengurangi tabungan dunia dan menyebabkan tingkat bunga dunia naik.
Kenaikan tingkat bunga dunia akan meningkatkan baiaya untuk berutang dan dengan demikian, mengurangi investasi dalam perekonomian terbuka kecil kita. Karena tidak ada perubahan dalam tabunga domestic, maka tabungan S sekarang melebihi investasi I, dan sebagaian tabungan mulai mengalir ke luar negeri, karena NX = S – I, penurunan dalam I  harus meningkatkan NX. Jadi, mengurangi tabungan luar negeri dapat menyebabkan surplus perdagangan di dalam negeri.
Kurs
Setelah mengkaji arus modal dan barang serta jasa internasional, kita perluas analisis dengan mempertimbangkan harga – harga yang berlaku dalam traksaksi ini. Kurs (exchange rate) antara dua Negara adalah tingkat harga yang disepakati penduduk kedua Negara untuk saling melakukan pedagangan. Dalam bagian ini, mula – mula kita kaji apa yang sebenarnya dicerminkan oleh kurs, kemudian bagaimana kurs ditetapkan.
Kurs Nominal. Kurs Nominal (nominal exchange rate)  adalah harga relative dari mata uang dua Negara. Sebagai contoh, jika kurs antara dolar AS dan Yen Jepang adalah 120 yen per dolar, maka anda bisa menukar 1 dolar untuk 120 yen di pasar uang.
Factor – factor Penentu Kurs Riil
Sekarang kita memiliki seluruh komponen yang dibutuhkan untuk membangun model yang menjelaskan factor – factor apakah yang menentukan kurs riil. Seperti biasa, kita hubungankan antara ekspor neto dan kurs riil yang baru saja kita bahas dengan model neraca perdagangan yang kita kembangkan sebelumnya. Kita bisa menyimpulkan analisis sebagai berikut :
-          Kurs riil terkait dengan ekspor neto. Bila kurs riil lebih rendah, barang – barang domestic relative lebih murah disbanding barang – barang luar negeri, dan eksport neto lebih besar.
-          Neraca perdagangan (eksport neto) harus sama dengan arus modal keluar neto, yang sama dengan tabungan di kurang investasi. Tabungan dipengaruhi oleh fungsi konsumsi dan kebijakan fiscal; sementara investasi dipengaruhi oleh fungsi investasi dan tingkat Bunga dunia.
Factor – factor Penentu Kurs Nominal
Setelah melihat apa yang menentukan kurs riil, mari kita bahas kurs nominal. Tingkat dimana mata uang dua Negara diperdagangkan. Ingatlah hubungan antara kurs riil dan kurs nominal :
Kurs riil = Kurs Nominal x Rasio Tingkat Harga
€             =      ℮                x                      (P/P*)
Kita bisa menulis kurs nominal sebagai
℮   =   €   x   (P/P*)



PEREKONOMIAN TERBUKA BESAR
Arus Modal Keluar Neto
Perbedaan penting antara perekonomian terbuka kecil dan besar adalah perilaku dari arus modal keluar neto. Dalam model perekonomian terbuka kecil, modal bergerak bebas ke dalam atau ke luar dari perekonomian pada tingkat bunga dunia tetap r*. Model perekonomian terbuka besar memiliki asumsi yang berbeda mengenai arus dana internasional. Untuk memahami asumsi itu, ingatlah bahwa arus model keluar neto adalah jumlah pinjaman yang diberikan oleh investor domestic ke luar negeri dikurangi pinjaman dari investor asing ke dalam negeri.
Modal
Untuk memahami kinerja perekonomian terbuka besar, kita perlu mempertimbangkan dua pasar penting; pasar untuk dana pinjnaman (dimana tingkat Bungan ditentukan) dan pasar untuk perdagangan luar negeri (dimana kurs ditetapkan). Tingkat Bungan dan kurs adalah dua harga yang menentukan pengalokasian sumber daya.
Pasar untuk dana pinjaman. Penggunaan tabungan perekonomian terbuka S dibagi dalam dua cara : untuk mendanai investasi domestic I dan untuk mendanai arus modal keluar neto CF. kita bisa menulis :
S = I + CF
Perhatikanlah bagaimana ketiga variable ini ditentukan. Tabungan nasional ditetapkan oleh tingkau output, kebijakan fiscal, dan fungsi konsumsi. Investasi dan arus modal keluar neto bergantung pada tingkat bunga riil domestic. Kita bisa menulis :
S = I(r) + CF (r)
Pasar Untuk Valuta Asing. Selanjutnya perhatikanlah hubungan antara arus modal keluar neto dan neraca perdagangan. Identitas perhitunga pendapatan nasional menyatakan :
NX = S – I
Karena NX adalah fungsi dari kurs riil, dan karena CF = S – I, kita bisa menulis :

NC (€) = CF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar